Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

SUMBER BELAJAR DAN BAHAN AJAR

SUMBER BELAJAR DAN BAHAN AJAR 



1  PENGERTIAN SUMBER BELAJAR DAN BAHAN AJAR

Manusia di ciptakan dengan anugrah akal pikiran yang menyebabkan manusia dapat mengambil suatu sumber pelajaran dari kondisi sekitarnya. Yang dimaksud dalam hal ini adalah interaksi manusia dengan manusia lain, kondisi lingkungan, peristiwa, literature atau bahkan benda yang dapat dijadikan sebagai suatu sumber belajar. 

Menurut  Association Educational Communication Technology AECT (As’ari, 2007) sumber belajar yaitu berbagai atau semua sumber baik berupa data, orang, dan wujud tertentu yang dapat digunakan siswa dalam belajar, baik secara terpisah maupun terkombinasi sehingga mempermudah siswa dalam mencapai tujuan belajar. Sumber belajar menurut AECT (Suratno, 2008) meliputi semua sumber yang dapat digunakan oleh pelajar baik secara terpisah maupun dalam bentuk gabungan, biasanya dalam situasi informasi, untuk memberikan fasilitas belajar. Sumber itu meliputi pesan, orang, bahan, peralatan, teknik, dan tata tempat.

Sumber belajar dalam dunia pendidikan dapat diartikan sebagai suatu informasi yang disajikan dan disimpan dalam berbagai bentuk media sebagai wahana bagi siswa atau peserta didik untuk melakukan proses perubahan tingkah laku dan membantu siswa tersebut dalam kegiatan pembelajaran sebagai perwujudan dari kurikulum yang telah ditetapkan.

Sumber belajar akan lebih terorganisir bila dirancang dalam suatu bahan ajar. Berkaitan dengan tugas utama guru, pengembangan bahan ajar merupakan salah satu unsur yang harus dipenuhi dalam pembelajaran. Bahan ajar itu sendiri merupakan informasi, alat dan teks yang diperlukan guru/instruktur untuk perencanaan dan penelaahan implementasi pembelajaran.

National Center for Vocational Education Research Ltd/National Center for Competency Based Training menjelaskan definisi  bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/ instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas. Bahan yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis. Dalam website Dikmenjur, dikemukakan pengertian bahwa bahan ajar merupakan seperangkat materi/substansi pembelajaran (teaching material) yang disusun secara sistematis, menampilkan sosok yang utuh dari kompetensi yang akan dikuasai siswa dalam kegiatan pembelajaran. Karena dengan bahan ajar inilah siswa dapat mempelajari suatukompetensi dasar atau KD secara runtut dan sistematis sehingga secara akumulatif mampumenguasai semua kompetensi secara utuh dan padu

Dari uraian diatas secara umum bahan ajar didefinisikan sebagai seperangkat materi yang disusun secara sistematis baik tertulis maupun tidak sehingga tercipta lingkungan/suasana yang memungkinkan siswa untuk belajar.

2  JENIS-JENIS BAHAN AJAR

Bahan ajar atau materi pembelajaran (instructional materials) secara garis besar terdiri dari pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dipelajari siswa dalam rangka mencapai standar kompetensi yang telah ditentukan. Secara terperinci, jenis-jenis materi pembelajaran terdiri dari pengetahuan (fakta, konsep, prinsip, prosedur), keterampilan, dan sikap atau nilai.

Bahan ajar menurut jenisnya, terdapat empat jenis kelompok, yaitu,bahan cetak, bahan audio, bahan audio visual, dan bahan interaktif.

·         Bahan cetak

Bahan ajar cetak dapat ditampilkan dalam berbagai bentuk. Bahan ajar ini mengandung beberapa keuntungan, selain pembuatannya tidak begitu rumit, biaya relatif murah bahan ajar  bentuk ini biasanya menampilkan daftar isi, sehingga memudahkan guru untuk menunjukkan tentang sesuatu kepada siswa. Bahan cetak  dapat berupa :

a.      Hand out

Handout atau HO adalah “segala sesuatu” yang diberikan kepada mahasiswa ketika mengikuti kegiatan perkuliahan. HO dimaksudkan untuk memperlancar dan memberikan bantuan informasi atau materi pembelajaran sebagai pegangan bagi mahasiswa. HO dapat digunakan untuk beberapa kali pertemuan sangat tergantung dari disain dan lama waktu untuk penyelesaian satuan perkuliahan tersebut.

b.      Buku

Buku adalah salah satu sumber bacaan, berfungsi sebagai sumber bahan ajar dalam bentuk materi cetak (printed material).

c.       Modul

Modul adalah satuan program pembelajaran yang terkecil, yang dapat dipelajari oleh mahasiswa sendiri secara perseorangan (self instructional) setelah mahasiswa menyelesaikan satu satuan dalam modul, selanjutnya mahasiswa dapat melangkah maju dan mempelajari satuan modul berikutnya.

d.      Lembar kerja siswa (LKS)

Lembar kegiatan siswa (student work sheet) adalah lembaran-lembaran berisi tugas yang harus dikerjakan oleh siswa.

e.       Brosur

Brosur adalah bahan informasi tertulis mengenai suatu masalah yang disusun secara bersistem atau cetakan yang hanya terdiri atas beberapa halaman dan dilipat tanpa dijilid.

f.       Leaflet

Leaflet adalah bahan cetak tertulis berupa yang dilipat tapi tidak dimatikan/dijahit. Agar terlihat menarik leaflet biasanya didesian secara cermat dilengkapi dengan ilustrasi danmenggunakan bahasa yang sederhana, singkat serta mudah dipahami.

g.      Wallchart

Wallchart adalah bahan cetak, biasanya berupa bagan siklus atau proses atau grafik yang bermakna menentukan posisi tertentu.

·         Bahan ajar dengar (audio)          

Beberapa peralatan atau bahan ajar dengar yang dapat digunakan sebagai bahan ajar, berkenaan bantuan dalam kegiatan pembelajaran adalah: 

a.       Kaset, piringan hitam atau compak disk 

. Bahan kaset, CD dan lainnya mempunyai kelebihan dapat menyimpan suara yang dapat diperdengarkan secara berulang-ulang kepada siswa. Dengan demikian siswa mempunyai kesempatan yang banyak untuk dapat menyimak materi yang ada. Bahan ajar dengar ini memerlukan bantuan perlatan lain untuk dapatdipergunakan misalnya alat penggeraknya (tape recorder, dsb) dan lembar skenario dari guru. 

b.      Radio

Radio broadcasting adalah media dengar yang dapat dimanfaatkan sebagai bahanajar. Dengan radio siswa dapat belajar sesuatu. Program radio dapat dirancang sebagai bahanajar, misalnya pada jam tertentu guru merencanakan sebuah program pembelajaran melaluiradio. Misalnya ulasan materi pengetahuan tentang lingkungan hidup, peristiwa pencemaran lingkungan yang membawa dampak terhadap kesehatan, dampak lingkungan kotor, dan sebagainya.

 

·         Bahan ajar pandang dengar (audio visual). 

Bahan ajar ini dapat berupa :

a.       Video atau Film

Video atau film juga merupakan alat bantu yang dapat didesain sebagai bahan ajar. Umumnya program video telah dibuat dalam rancangan lengkap, sehingga setiap akhir dari penayangan video diharapkan siswa dapat menguasai satu atau lebih kompetensi dasar. Video atau filmsebagai bahan ajar yang baik tergantung pada disain awalnya, mulai dari analisis kurikulumnya, penentuan media, skema yang menunjukkan sequensi (skenario), skrip, pengambilan gambar dan proses editingnya.

  

b.      Orang/nara sumber 

Orang/narasumber dapat dikategorikan sebagai bahan ajar, karena dapat dipandang dandidengar. Dengan orang tersebut siswa dapat belajar, misalnya karena orang tersebut mempunyaikeahlian tertentu, seperti seorang dokter, yang mempunyai keahlian memberi pertolonganterhadap orang sakit, petani tanaman budi daya yang mempunyai keahlian membudidayakantanaman tertentu, ahli peternakan yang mempunyai keahlian melakukan inseminasi buatan, dansebagainya. Bahkan seorang gurupun dapat dijadikan bahan ajar. Agar orang dapat dijadikan sebagai bahan ajar maka rancangan tertulis yang mengacu padakompetensi dasar harus dibuat terlebih dahulu. Rancangan yang baik akan mendapat hasil belajar yang baik pula. Jadi bila menggunakan orang sebagai bahan ajar harus dikombinasikan dengan bahan tertulis

·         Bahan ajar interaktif  

Menurut Guidelines for Bibliographic Description of Interactive Multimedia, multimedia interaktif adalah kombinasi dua atau lebih media (audio, teks, gambar, grafik, animasi dan video) yang oleh penggunanya dimanipulasi untuk mengendalikan perintah dan atau perilaku alami dari suatu presentasi. Bahan ajar model begini sudah mulai banyak penggunanya. Karena disamping menarik juga memudahkan penggunanya dalam mempelajari suatu bidang tertentu. Bahan seperti ini dirancang secara lengkap mulai dari petunjuk penggunaannya sampai penilaian. Untuk menyiapkan bahan ajar ini diperlukan pengetahuan dan keterampilan pendukung yang memadai, terutama dalam mengoperasikan peralatan seperti komputer, kamera video dan kamera foto. Bahan ajar ini disajikan dalam bentuk compact disk (CD).

Pemanfaatan bahan ajar interaktif menjadi bahan ajar yang layak, mempunyai fungsi untuk membantu siswa untuk mencapai kompetensi yang dipersyaratkan, haruslah memenuhi kriteria sebagai bahan ajar sebab tidak semua bahan ajar interaktif secara langsung dan otomatis berfungsi sebagai bahan ajar. Oleh karena itu peran guru untuk mengarahkan pencapaian kompetensi melalui bahan ajar interaktif (salah satu bahan ajar) sangat penting.

 

3  PENTINGNYA MENGEMBANGKAN BAHAN AJAR

Pengembangan bahan ajar oleh guru sangatlah penting dalam membantu kegiatan pembelajaran. Ada berbagai manfaat yang bisa dipetik dari adanya bahan ajar ini,diantaranya:

·         Ketersediaan materi/bahan sesuai dengan tuntutan kurikulum. Dengan demikian hal iniakan membantu mempermudah proses pembalajaran. Tentu bahan yang disediakan ini harus sesuai dengan kompetensi dasar yang dipersayaratkan serta sesuai dengan kondisi dan heterogenitas kemampuan inteletual (kogniti) siswanya.

·         Menambah ketersediaan bahan ajar sebagai alternatif sumber belajar; dengan demikianakan tersedia berbagai ragam sumber belajar dari berbagai sudut pandang atau tinjuan.

·         Membantu guru dalam pelaksanaan pembelajaran terutama dengan pengembangan materi yang menurut guru sesuai dengan pembentuk kompetensi; dengan demikian kegiatan pembelajaran akan lebih efesien dan efektif.

·         Keberadaan bahan ajar akan menambah nuansa referensi dengan versi yang lain.

·         Bahan ajar ini akan membangun komunikasi yang lebih pas antara guru dengan siswanya (berkaitan pola interaksi pembelajarannya) sebab dengan bahan ajar yang ada akan mambantu guru membuat acuan, kesepakatan tentang bahan ajar yang digunakan dalam pembelajaran, sehingga akan akan terbangun komunikasi yang ideal dan nyaman selama kegiatan belajar.

·         Bagi guru sendiri, pengembangan bahan ajar yang dibuatnya akan mempunyai manfaat tersendiri yaitu sebagai karya ilmiah guru yang dapat digunakan untuk segala keperluan termasuk bukti keprofesionalannya dan lain sebagainya.

·         Ketersediaan bahan ajar, bagi siswa akan menjadikan pembelajaran lebih menarik, membantu siswa untuk belajar mandiri, dengan tidak banyak menjadikan ketergantungan pada kehadiran guru, pencapaian kompetensi yang dipersyaratkan akan lebih mudah dan terbantu sehingga akan membantu kelacaran dan kecepatan siswa mencapai dan menguasai kompetensi yang dipersyaratkan untuknya.

 

4  PRINSIP-PRINSIP PENGEMBANGAN BAHAN AJAR

Ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam mengembangkan bahan ajar, diantaranya :

·         Mulai dari yang mudah untuk memahami yang sulit, dari yang kongkret untuk memahami yang abstrak.

Sama dengan keterampilan menjelaskan, penyajian materi bahan ajar, sebaiknya dimulaidari yang mudah dipahami. Siswa biasanya akan lebih memahami suatu konsep tertentuapabila penjelasannya dimulai dari yang mudah atau yang kongkrit, kemudian berangsur-angsur berpindah kepada yang cukup sulit atau yang abstrak. Pada penyusunan bahan ajar, juga berlaku seperti ini.

·         Pengulangan dan memperkuat pemahaman.

Pemahaman konsep, fakta, prinsip dari materi pembelajaran tentu akan lebih diingat siswa jika diberikan dengan berulang-ulang. Pengulangan perlu diberikan agar siswa lebih memahami konsep itu. Sebab dengan pengulangan itu maka informasi itu akan lebih membekas pada ingatan siswa. Pengulangan pada penulisan pada bahan ajar harus disajikan secara tepat dan bervariasi sehingga tidak membosankan.

·         Motivasi belajar yang tinggi merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan belajar.

Motivasi yang muncul dari dalam diri siswa akan menentukan keberhasilan belajar. Salah satu faktor yang menentukan munculnya motivasi ini adalah keberhasilan siswa memahami pelajaran dengan baik. Karena itu tugas guru dalam kegiatan pembelajaran adalah mendorong siswa untuk selalu meningkatkan motivasi pembelajaran. Pengembangan bahan ajar yang merangsang atau menantang motivasi siswa akan meningkatkan keberhasilan belajar. Karena itu pengembangan bahan ajar hendaknya tidak melupakan faktor pembangkit motivasi ini.

·         Mencapai tujuan ibarat naik tangga, setahap demi setahap, akhirnya akan mencapai ketinggian tertentu.

Dalam proses pembelajaran, penyajian atau pemberian materi pelajaran hendak lah diberikan atau disajikan secara bertahap. Sebab pembelajaran adalah proses yang bertahap dan berkelanjutan. Sehingga perlu adanya terminal-terminal berupa tujuan-tujuan antara, ibaratnya seperti anak tangga. Bahan ajar yang disusun terlalu sulit akan menyulitkan siswa untuk memahami materi ajar yang disajikan, sebaliknya bila bahan ajar disusun terlalu mudah, bahan ajar tersebut kurang menarik bagi siswa, bahan ajar itu seolah-olah tidak ada tantangan bagi siswa untuk mempelajarinya. Oleh karena itu dalam pengembangan bahan ajar “anak tangga” tersebut perlu dirumuskan dalam bentuk indikator-indikator kompetensi yang serasi, sesuai dan disajikan secara bertahap.

·         Mengetahui hasil yang telah dicapai akan mendorong peserta didik untuk terus mencapai tujuan.

Proses pembelajaran dilakukan untuk mencapai tujuan-tujuan yang ditetapkan. Guru akan memfasilitasi siswanya untuk mencapai tujuan-tujuanantara tersebut, yaitu kompetensi dasar. Kompetensi dasar yang ditetapkan itu harus dicapai oleh semua siswa, walaupun dengan “kecepatan” yang berbeda-beda. Pengembangan bahan ajar hendaklah dilakukan dengan memperhatikan tujuan-tujuanyang telah ditetapkan. Setiap tujuan hendaknya dapat dicapai, dipahami dan dikuasai dengan baik oleh semua siswa. Bahan ajar yang baik adalah ibarat “peta” yang baik dan jelas yangmemandu pencapaian tujuan tertentu

 Sumber:

 DAFTAR PUSTAKA

1.      http://www.scribd.com/doc/69250690/13/f-Penyusunan-Leaflet#page=16

2.      http://iqbalali.com/2011/10/10/brosur-sebagai-media-pembelajaran/

3.      http://www.vilila.com/2010/08/pengembangan-bahan-ajar.html

4.      Abdul Majid. 2008. Perencanaan Pembelajaran, Mengembangkan Standar Kompetensi GurU.Penerbit PT. Rosdakarya, Bandung

Post a Comment for "SUMBER BELAJAR DAN BAHAN AJAR "