Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

BAB HEWAN MATERI BIOLOGI SMA

 

Hewan

 

Temen- temen Perhatikanlah kucing, cecak, katak, dan kupu-kupu yang diciptakan Tuhan Yang Maha Esa. Mungkin Temen-tementelah mengetahui bahwa semuanya tergolong sejenis  hewan. Akan tetapi, dapatkah Temen-tementemukan kesamaan mendasar dari keempat hewan tesebut? Jika Temen-temenamati secara saksama, terdapat beberapa kesamaan dari organisme tersebut. Semuanya merupakan organisme multiseluler, mendapatkan makanan secara heterotrof, dan mampu berpindah tempat secara aktif. Hal tersebut merupakan ciri-ciri umum dari kingdom Animalia. Meskipun begitu, tidak semua anggotanya dapat berpindah tempat secara bebas, misalnya hewan anggota filum Porifera. Pada bab ini, temen-temen akan diperkenalkan pada kelompok-kelompok dari kingdom Animalia yang beraneka ragam. Anggota kingdom ini merupakan organisme penguasa berbagai ekosistem di bumi. Mereka juga merupakan karnivora yang menempati tingkat trofik atas. Beberapa hewan merupakan sahabat terdekat manusia yang dibesarkan dan dipelihara manusia. Bagaimanakah klasifikasi kingdom Animalia? Untuk itu, mari simaklah bab ini untuk menjawab pertanyaan seputar kingdom Animalia.

 

A Klasifikasi Kingdom Animalia

Kingdom Animalia yang kita kenal sebagai hewan, memiliki bentuk yang beraneka ragam. Mulai dari Porifera yang sederhana hingga paus biru yang merupakan Mammalia terbesar. Semua anggota kingdom Animalia merupakan organisme multiseluler. Tidak seperti Protista yang melakukan semua aktivitas biologisnya dalam satu sel, Animalia memiliki sel-sel yang telah terspesialisasi. Sel-sel yang telah terspesialisasi ini hanya mampu melakukan fungsi tertentu dan tidak dapat melakukan fungsi yang lain. Sel hewan yang berfungsi sebagai penyusun alat gerak atau sistem pencernaan, memerlukan sel lainnya untuk dapat melaksanakan fungsinya. Contohnya, sel darah merah yang memberikan suplai oksigen bagi sel saraf.

Anggota kingdom Animalia bersifat heterotrof. Dapatkah Temen-temen menjelaskan mengapa hewan bersifat heterotrof? Hewan tidak dapat memproduksi makanan sendiri, hanya dapat memperoleh makanan dari organisme lain. Hewan merupakan organisme multiseluler dan sel-selnya telah terspesialisasi, anggota kingdom Animalia memiliki sistem pencernaan d

Dari sekitar dua juta spesies kingdom Animalia, 97 persen merupakan kelompok invertebrata, yaitu hewan yang tidak memiliki tulang belakang. Dan sisanya merupakan kelompok vertebrata, hewan yang memiliki tulang belakang. Namun, perlu diingat bahwa pembagian hewan ke dalam dua kelompok tersebut bukanlah pembagian secara formal berdasarkan taksonomi, melainkan peninggalan sistem klasifikasi terdahulu. Berdasarkan jumlah lapisan tubuhnya, hewan terbagi menjadi hewan diploblastik dan triploblastik. Hewan diploblastik merupakan hewan yang tubuhnya memiliki lapisan ektoderm dan lapisan endoderm. Contoh hewan kelompok ini adalah Porifera.

Hewan triploblastik adalah hewan yang tubuhnya memiliki tiga lapisan yaitu lapisan paling luar (ektoderm), lapisan tengah (mesoderm), dan lapisan dalam (endoderm). Hewan triploblastik ini terbagi menjadi tiga macam, yaitu Acoelomata, Pseudocoelomata, dan Coelomata. Acoelomata adalah hewan yang bertubuh padat tanpa rongga (coelom) di antara usus dan tubuh bagian luarnya. Contoh dari hewan ini antara lain anggota Platyhelminthes (cacing pipih). Pseudocoelomata adalah hewan yang memiliki rongga (coelom) di dalam saluran tubuhnya. Rongga tersebut berisi cairan, yang memisahkan alat pencernaan dengan lapisan mesoderm dan ektoderm. Contoh hewan dari kelompok ini adalah Nematoda (cacing gilig) dan Porifera. Adapun Coelomata merupakan hewan yang memiliki rongga tubuh (coelom) berisi cairan dan memiliki sekat. Sekat-sekat tersebut berasal dari jaringan mesoderm.

Berdasarkan ciri-ciri tersebut, kingdom Animalia dikelompokkan antara lain menjadi 14 filum. Keempat belas filum tersebut terdiri atas dua kelompok besar, yaitu invertebrata (tidak bertulang belakang) dan vertebrata (hewan bertulang belakang). Berikut akan dijelaskan mengenai beberapa filum dari kingdom Animalia baik dari kelompok invertebrata maupun vertebrata. Filum-filum tersebut adalah Porifera, Cnidaria, Plathyhelminthes, Nematoda, Annelida, Mollusca, Echinodermata, Arthropoda, dan Chordata. Temen-temen tertarik? Simaklah penjelasan selanjutnya.

 

1. Filum Porifera

Porifera sulit dikenali sebagai hewan. Filum Porifera disebut juga hewan spons. Porifera merupakan hewan multiseluler yang paling sederhana, mereka tidak memiliki kepala atau anggota badan lain layaknya hewan. Oleh karena itu, banyak yang keliru mengidentifikasi Porifera sebagai tanaman laut. Tubuh Porifera dihubungkan oleh saluran-saluran. Saluran-saluran tersebut terbuka di ujungnya dan membentuk pori-pori. Pori-pori inilah yang membuat filum ini dinamakan filum Porifera. Porifera memiliki sekitar 10.000 spesies yang kebanyakan hidup di air laut. Spesies tersebut bervariasi dalam hal bentuk, ukuran, dan warna.

a. Ciri-Ciri Porifera

Ciri-ciri Porifera secara umum tidak memiliki kepala dan anggota badan, Badannya seperti spons ,memiliki empat tipe sel dasar yang terorganisasi menjadi dua lapisan tubuh. Sel-sel ini disebut sel amoebosit yang dapat bergerak menggunakan pseudopodia. Amoebosit memiliki beberapa fungsi, seperti mencari partikel-partikel makanan dari sel-sel kolar ke sel-sel epidermal dan porosit.

2. Filum Cnidaria

Filum Cnidaria adalah kumpulan binatang menarik yang ada di perairan. Ubur-ubur, anemon laut, dan koral yang anggun merupakan contoh makhluk hidup yang termasuk ke dalam kelompok filum ini. Pada umumnya, Cnidaria adalah karnivora, tetapi tidak aktif mencari makanan atau mengejar mangsanya. Cnidaria menangkap makanannya secara tiba-tiba melalui sel-sel penangkap istimewa mereka berupa lengan-lengan halus yang mengelilingi tubuh (tentakel).

 

3. Filum Platyhelminthes

Anggota filum Platyhelminthes tidak memilki rongga tubuh dan terdiri atas tiga lapisan tubuh (triploblastik). Oksigen berdifusi secara langsung melalui kulit. Demikian juga karbon dioksida, berdifusi dari tubuh langsungke lingkungannya. Cacing pipih adalah hewan primitif yang sudah dapat dibedakan bagian kepalanya. Hewan ini memiliki sensor yang berada di bagian ujung anterior dan dapat merespons perubahan lingkungan dengan cepat. Sel-sel saraf Platyhelminthes terkonsentrasi di organ sensor yang terletak di bagian tepi tubuhnya. Sel-sel saraf menerima informasi dari organ sensornya dan mengirim informasi tersebut ke bagian lain dari tubuh. Filum Platyhelminthes dapat dikelompokkan dalam beberapa kelas, antara lain Turbellaria, Trematoda, dan Cestoda.

4. Filum Nematoda

Nematoda merupakan cacing silindris tidak bersegmen, memiliki rongga tubuh triploblastik (pseudocoelom), dan hidup bebas maupun parasitik. Cacing Nematoda disebut juga cacing giling. Dapat ditemukan pada perairan, tanah basah, jaringan tumbuhan, dan jaringan hewan atau manusia. Memiliki sistem pencernaan sempurna dan cairan tubuh pada coelom yang berfungsi sebagai sistem peredaran darah. Contoh spesies filum ini, antara lain cacing gelang (Ascaris lumbricoides), cacing tambang (Ancylostoma duodenale), cacing kremi (Oxyuris vermicularis), dan cacing filaria (Wuchereria bancrofti). Cacing gelang atau yang disebut juga cacing perut, merupakan parasit pada usus halus manusia.

5. Filum Annelida

Dua ciri utama pada Filum Annelida adalah memiliki rongga tubuh sejati dan tubuhnya bersegmen. Annelida memiliki peredaran darah tertutup yang dilengkapi pembuluh darah. Sistem saraf terdiri atas otak dan tali saraf yang disebut sistem saraf tangga tali. Annelida dibagi menjadi tiga kelas, yaitu Polychaeta, Oligochaeta, dan Hirudinea.

 

6. Filum Mollusca

Mollusca merupakan kelompok hewan yang bertubuh lunak. Mollusca berasal dari bahasa latin molluscus yang artinya lunak. Tiram, siput, dan cumi-cumi adalah hewan-hewan yang termasuk dalam Filum Mollusca. Di antara Mollusca, terdapat bentuk-bentuk yang sangat bervariasi. Selain di laut, banyak pula Mollusca yang terdapat di air tawar. Sementara itu, terdapat pula Mollusca yang hidup di darat. Bagaimana organisme yang bervariasi tersebut berada pada filum yang sama? Mollusca dikelompokkan dalam lima kelas, yaitu kelas Polyplacophora, Gastropoda, Bivalvia, dan Cephalopoda.

 

7. Filum Echinodermata

Semua Echinodermata hidup di laut. Ada lebih dari 5.000 spesies dalam filum ini, seperti bintang laut, sea urchin, dan timun laut. Echinodermata sama seperti Mollusca, memiliki coelom dan sistem pencernaannya sudah lengkap. dua ciri unik Echinodermata lainnya adalah sistem kaki tabung dan endoskeletonnya. Kaki tabung (tube feet) digunakan untuk bergerak dan mendapatkan makanan. Endoskeleton terbuat dari kalsium yang terbentuk di jaringan sebelum epidermis. Filum Echinodermata dibagi ke dalam lima kelas, yaitu kelas Asteroidea, Ophiuroidea, Echinoidea, Crinoidea, Concentricycloidea, dan Holothuroidea.

 

8. Filum Arthropoda

Udang merupakan salah satu makanan yang digemari. Pernahkah Temen-temen memakannya? Udang merupakan salah satu anggota kelas Crustacea dari filum Arthropoda. Arthropoda merupakan filum yang paling kaya akan jenis spesiesnya. Jumlah spesiesnya diduga sebanyak 75% dari hewan-hewan yang ada di dunia. Tempat hidupnya tersebar dari daratan, air tawar, dan air laut. Anggota Filum Arthropoda tubuhnya berbuku-buku dan memiliki eksoskeleton. Tubuhnya dilapisi oleh epikutikula yang terdiri atas kitin hasil sekresi hipodermis. Tubuh dan kakinya terbagi menjadi segmen-segmen. Pergantian kulit terjadi dalam interval waktu tertentu. Sistem sarafnya terletak di ventral. Peredaran darahnya terbuka dan jantung terletak di dorsal. Arthropoda telah memiliki alat pencernaan yang sempurna. Alat respirasinya berupa insang, trakea, paru-paru buku, atau permukaan tubuh.

 

9. Filum Chordata

Chordata meliputi sekitar 45.000 jenis hewan yang hidup di hampir semua jenis lingkungan. Terdapat tiga hal yang membedakan filum Chordata dengan filum yang lainnya, yaitu dalam hal perkembangannya.  Chordata dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu Chordata yang bertulang belakang (Chordata Vertebrata) dan Chordata yang tidak bertulang belakang (Chordata invertebrata). Chordata yang bertulang belakang, yaitu Vertebrata. Adapun Chordata yang tidak bertulang belakang, antara lain, Urochordata dan Cephalochordata. Contoh spesies Urochordata adalah Halocynthya, sedangkan contoh Cephalochordata adalah Branchiostoma.

Pada bagian ini, hanya akan dibahas tentang Chordata Vertebrata. Hewan bertulang belakang (Vertebrata) adalah kelompok terbesar pada Chordata, yang terbagi menjadi lima kelas, yaitu kelas Pisces, Amphibia, Reptilia, Aves, dan Mammalia.

B Manfaat Kingdom Animalia

Kingdom Animalia yang begitu berlimpah dan beraneka ragam di bumi ini tentu memiliki manfaat yang sangat banyak pula. Dari mulai Porifera hingga Mamalia, memiliki peran serta manfaat bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Pada Porifera, banyak organisme anggotanya yang memiliki peran bagi manusia, seperti menghasilkan spons yang dapat dipakai sebagai alat pembersih. Mollusca banyak yang menguntungkan, di antaranya sebagai sumber makanan bagi kita, seperti cumi-cumi dan kerang yang kaya akan protein. Selain itu, Mollusca juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi seperti pada kerang penghasil mutiara. Arthropoda memiliki peranan yang penting bagi kehidupan manusia. Beberapa dapat dijadikan sumber makanan bagi manusia, seperti udang dan kepiting. Kupu-kupu dan serangga lainnya pun sangat bermanfaat untuk membantu proses penyerbukan pada tumbuhan. Ada juga lebah yang menghasilkan madu yang dapat dikonsumsi dan menjadi obat untuk tubuh kita. Pada Vertebrata, mulai dari Pisces hingga Mammalia, sudah memiliki manfaat yang jelas bagi manusia. Pisces merupakan sumber protein yang tinggi bagi manusia. Amphibia dan Reptilia juga memiliki peranan tersendiri dalam keseimbangan alam di bumi ini. Aves dan Mammalia sangat berguna untuk manusia karena dapat dimanfaatkan, baik telur maupun dagingnya. Sebutkan manfaat lain kingdom Animalia.

Post a Comment for "BAB HEWAN MATERI BIOLOGI SMA"